Text
Batu - Batu Bercerita
Alvin bergidik. Dia berharap Bibi Ramlah salah. Semoga memang tikus yang berlari di atas sana.(Batu-Batu Bercerita, hlm 58) Kalimat di atas adalah sebagian dari kejutan berupa misteri yang dimunculkan dalam novel “Batu-Batu Bercerita”, karangan Eva Y. Nukman, seorang penulis, editor, dan penerjemah. Plot cerita “Batu-Batu Bercerita” menampilkan variasi gagasan menarik. Pembaca disodori kesan misteri sejak awal, dengan sebuah pemandangan mengejutkan di kamar Alvin dan Mido serta kamar Bunda. Semua benda yang berserakan di kedua kamar itu yang mengundang tanda tanya besar bagi seluruh penghuni baru rumah sewaan itu. Awal cerita membawa pembaca ke suasana percakapan Alvin dan Mido yang sedang dalam perjalanan ke Pagaragong. Mido, menemani sepupunya yang bernama Alvin, ikut orang tuanya ke Pagaragong, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Ayah Alvin (Pak Umar) adalah seorang arkeolog, yang ditugaskan melakukan penelitian tentang sebuah situs purbakala yang baru ditemukan di Pagarogong. Pak Umar menyewa rumah untuk tinggal sekeluarga di daerah itu selama penelitian. Dari sejak kedatangan keluarga itu di rumah sewaan, sampai pada hari terakhir keluarga itu akan kembali ke Padang, Mido dan Alvin mengalami banyak hal menarik sekaligus menegangkan. Banyak pengetahuan yang diperkenalkan oleh penulis kepada pembacanya, yaitu tentang arkeologi (hlm16-17), kehidupan di daerah yang sederhana dan terbatas fasilitasnya, keindahan alam di lokasi sekitar situs purbakala (hlm 37), ungkapan dan logat daerah di Sumatra Selatan dan Padang, dan hal lainnya. Sang penulis pintar mengecoh pembaca (saya dan anak-anak) dengan judul buku dan trik menampilkan kejutan demi kejutan sampai lembar terakhir buku ini. Menurut saya, dialog tokoh-tokohnya hidup, namun alur di awal cerita agak datar, dengan solusi konflik yang lumayan bisa ditebak sebelumnya. Ternyata oh ternyata, ada ketegangan lain yang disajikan di halaman 57 sampai 60. Sebuah misteri dengan hilangnya Kak Sumi, anak Bibi Ramlah si pengurus rumah di Pagaragong. Karakter tokoh utamanya kuat (Alvin dan Mido). Dialog mereka wajar, misalnya ketika Bundanya Alvin menegur Mido:“Biarkan saja Mido tidur, Vin.” Suara Bunda membuat Alvin terperanjat. “Kok, Bunda tahu, sih?” tanya Alvin tergagap-gagap. (hlm 6) Buku ini menarik bagi anak-anak yang menyukai kisah misteri, detektif, petualangan, dan yang menambah pengetahuan.
Tidak tersedia versi lain